Iran meluncurkan serangan rudal yang menghantam pusat perang siber milik Israel di Beer al-Sabe (Beersheba), wilayah selatan negara tersebut. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada fasilitas yang selama ini berfungsi sebagai pusat komando utama dalam pertahanan digital dan operasi intelijen siber Israel.
Pusat ini sebelumnya menampung unit-unit elit militer, termasuk Unit 8200, yang dikenal sebagai tulang punggung operasi siber Israel. Para ahli pertahanan menyebut Unit 8200 sebagai tim yang mengembangkan teknologi penyadapan, pengintaian, hingga pengawasan komunikasi di seluruh kawasan Timur Tengah. Selain itu, pusat ini juga mengelola sistem pertahanan siber yang melindungi infrastruktur penting seperti pembangkit listrik, jaringan air, dan sistem pertahanan udara.
Serangan Iran menghantam fasilitas tersebut secara langsung, dan foto satelit pascaserangan menunjukkan bangunan yang luluh lantak. Militer Israel belum mengonfirmasi jumlah korban, namun sejumlah media lokal melaporkan adanya luka-luka dan evakuasi besar-besaran dari lokasi.
Para analis menyebut serangan ini sebagai “pukulan simbolik dan strategis,” karena Iran menargetkan pusat kendali digital yang sangat vital. Dengan menghancurkan link medusa88 alternatif fasilitas ini, Iran tidak hanya menyerang fisik, tetapi juga mengganggu kekuatan intelijen Israel di dunia maya.
Pemerintah Israel meningkatkan status siaga dan menginstruksikan pemindahan operasi siber ke lokasi sementara. Sementara itu, Iran mengklaim serangan ini sebagai bentuk balasan atas aktivitas Israel di wilayah sekutunya.
Serangan ini kembali memperjelas bahwa perang modern tak hanya berlangsung di medan tempur fisik, tetapi juga di dunia digital yang kini memainkan peran sangat krusial.
