readsololevelingonline – Stasiun Rangkasbitung, salah satu stasiun kereta api tertua di Indonesia yang terletak di Kabupaten Lebak, Banten, kini tengah mengalami perubahan signifikan dengan dibongkarnya kanopi bersejarah yang berasal dari era kolonial Belanda. Keputusan untuk membongkar kanopi ini menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat, sejarawan, dan pecinta bangunan bersejarah.
Kanopi yang dibangun pada masa link slot thailand penjajahan Belanda ini telah menjadi salah satu ciri khas Stasiun Rangkasbitung dan menjadi saksi bisu perjalanan sejarah transportasi kereta api di Indonesia. Namun, seiring dengan kebutuhan modernisasi dan peningkatan fasilitas, pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) memutuskan untuk melakukan pembongkaran guna memperluas area dan meningkatkan kenyamanan penumpang.
Menurut juru bicara PT KAI, pembongkaran ini merupakan bagian dari proyek revitalisasi stasiun untuk mendukung peningkatan layanan transportasi publik. “Kami memahami nilai sejarah dari kanopi ini, namun kami juga harus mempertimbangkan kebutuhan modernisasi untuk memberikan layanan terbaik kepada penumpang,” ujarnya.
Langkah ini menuai pro dan kontra. Beberapa pihak mendukung dengan alasan bahwa modernisasi adalah langkah penting untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan. Namun, ada pula yang menentang pembongkaran tersebut karena dianggap mengabaikan nilai historis dan arsitektur unik dari kanopi tersebut.
Para sejarawan lokal dan komunitas pelestari bangunan bersejarah menyayangkan keputusan ini. Mereka berharap ada solusi alternatif yang bisa mengakomodasi kebutuhan modernisasi tanpa harus mengorbankan warisan budaya dan sejarah. “Kanopi ini adalah bagian dari identitas dan sejarah kita, dan seharusnya bisa dilestarikan sebagai bagian dari edukasi sejarah bagi generasi mendatang,” kata salah satu sejarawan setempat.
Sebagai langkah kompensasi, beberapa artefak dari kanopi yang dibongkar akan disimpan dan dipamerkan di museum setempat untuk menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah stasiun ini.